StoryBilderÜber michKontakt

Tertanam dan Mati

Aku benci sahabat, aku benci keluarga, aku benci cinta, aku benci hidup aku benci semesta, aku benci hidup. Aku cinta kesendirian, aku cinta musuh, aku cinta mati dan aku cinta aku. Dilema, itu yang kurasakan sekarang, aku benci cinta tetapi aku cinta kata cinta. Aku benci sahabat, tetapi aku butuh sahabat. Aku enci keluarga, tetapi aku merindukan mereka, aku benci hidup , tetapi aku masih menginginkan nafas. Aku cinta kesendirian tetapi aku butuh kekerabatan, aku cinta musuh tetapi aku ingin teman. Hanya satu yang bukan dilema, aku cinta aku. Aku mencintai diriku melebihi kecintaanku akan semesta, aku sangat memiliki diriku sampai aku lupa aku butuh bersentuhan dengan yang lainnya. Aku menangis dalam kesusahan, aku kehilangan arah, aku tersesat, aku ditinggalkan oleh dunia. Aku bermasalah, aku gila dan aku bercerita.
Dengan rasa sedih dan luka aku menulis, dengan perasaan resah aku bercerita. Aku bosan dengan stagnasi, aku bosan menghadapi masalah, aku kehilangan.

Aku melarut dalam hitam, aku mengkristal terhadap senyum, aku mengindahkan kebahagiaan, aku merasa hilang.
Aku butuh pelukan….. aku butuh kehangatan… aku butuh perhatian, aku butuh kasih sayang… aku butuh pemecahan… aku butuh Tuhan.
 Permalink

Kommentare

Keine (weiteren) neuen Kommentare erlaubt.